Apakah program sekolah membunuh kreatifitas anak?

Apakah program sekolah membunuh kreatifitas anak?

Di artikel kali ini saya akan menjelaskan tiga hal yang merupakan pokok dari bahasan kali ini, salah satunya adalah bukti kereativitas manusia yang luar biasa dari berbagai pencapaian kita sampai hari ni contoh nya gadget yang kita miliki itu adalah bukti ke kreativitasan kita sebagai individu manusia, yang kedua adalah hal ini menaruh kita di posisi dimana kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi kelak, kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan kita. Apakah program sekolah membunuh kreatifitas anak?

kita semua memiliki keingin tahuan yang besar, terutama hal yang berhubungan dengan program pendidikan, bener kan? seperti religion, uang dan hal lain nya, so saya personal memiliki keingin tahuan di bidang edukasi dan saya juga percaya para pembaca memiliki interest yang sama. Ini di karenakan edukasi lah yang membawa kita ke masa depan yang tadinya tidak bisa kita prediksi menjadi sedikit lebih jernih dan setidaknya kita tau arah nya kemana. Kalau kita menyekolah kan anak kita sekarang ini 2016 maka mereka akan menyelesaikan pendidikan mereka pada tahun 2036.

Apakah program sekolah membunuh kreatifitas anak?

Apakah program sekolah membunuh kreatifitas anak?

saya ingin sedikit bercerita mengenai masa kecil, kita semua perna merasakannya akan tetapi apakah kita semua dapat mengingatnya dengan jelas? sewaktu kecil kita semua melakukan hal yang di angap bodoh dan memalukan ini di karenakan anak kecil tidak perna takut melakukan kesalahan, “saya tidak bermaksud mengatakan kalau berbuat salah adalah cara anak belajar untuk kreatif? hal ini mulai hilang ketika anak kecil mengikuti program pendidikan sekolah terutama di negara Indonesia, Program pendidikan di sekolah  mengajarkan dimana setiap kesalahan yang di lakukan adalah fatal dan beberapa sekolah bahkan memberikan hukuman seperti tinggal kelas atau di keluarkan dari sekolah. alhasil nya kita menyekolahkan orang untuk keluar dari kapasitas kreatifitas mereka.

“Picasso once said this, He said that all children are born artists.” masalah nya adalah bagaimana kita tetap tumbuh dewasa sebagai seorang artist?

Kita semua mengetahui hal kalau kita tidak bersiap untuk melakukan kesalahan, maka kita tidak akan perna belajar dari kesalahan tersebut dan kita juga tidak akan mendapatkan sesuatu yang original dari hidup kita jika kita tidak siap untuk melakukan kesalahan, dan ketika kita tumbuh dewasa kita semua kehilangan kapasitas tersebut.

Apakah program sekolah membunuh kreatifitas anak?

Apakah program sekolah membunuh kreatifitas anak?

Hampir seluruh system pendidikan di dunia sama paling atas adalah matematika dan bahasa kemudian Kemasyarakatan (PPKN) selalu di bawah art subjek (Kreatifitas) ini hampir berlaku di seluruh dunia, bagaimana dengan sekolah seni? biasanya music dan art memberikan status sosial yang tinggi di kalangan sekolah ketimbang drama dan dance (tarian), Kenapa guru tidak berdansa setiap hari untuk anak-anak pada saat mengajarkan matematika, kenapa tidak? saya mengangap ini cukup penting. Matematika penting, tetapi dansa juga tidak kalah penting?

Anak kecil akan menari setiap saat jika mereka tidak dilarang? kita yang dewasa juga, semua memiliki badan jasamani yang kemudian hanya di focus kan pada satu tangan saja untuk menulis, dengan mengikuti program pendidikan sampai tuntas dan menjadi profesor? tentu tidak semua orang bisa itu hanya satu bagian dari porsi kehidupan, semua tentu berbeda.

Sebelum 19 century seluruh duni tidak memiliki public edukasi, semua hadir hanya semata untuk memenuhi kebutuhan industri. System hierarchy terdiri dari dua ide yang pertama adalah subjek yang paling berguna untuk kerjaan berada di peringkat pertama. Hal ini dapat di lihat dari waktu kita kecil hal yang kita sukai tidak mengarahkan kepada pekerjaan kita sekarang, benar kan? jangan ambil kelas music, karena anda tidak akan menjadi musisi; jangan ambil kelas tari karena anda tidak akan menjadi penari, Dan yang kedua adalah keahlian akademis yang mendominasi sudut pandang kita terhadap inteligence seseorang, hal ini di karenakan universitas menciptakan system image mereka sendiri.

Banyak orang yang creative, brilliant, dan talenta yang merasa mereka tidak sangup, hanya karena tidak di terima di Universitas ternama. Saya merasa kita tidak bisa terus menerus ke arah sana, Sekitar 30 tahun kedepan research dari UNESCO akan semakin banyak orang di seluruh dunia yang memiliki gelar Master degree / Sarjana.

Apakah program sekolah membunuh kreatifitas anak?

Apakah program sekolah membunuh kreatifitas anak?

Intelligent terdiri dari 3 kategori:

  1. Diverse kita berpikir mengenai sekitar kita melalui pengalaman yang perna kita lalui kita berpikir dari apa yang kita lihat, kita berpikir dari apa yang kita dengar kita berpikir dari yang kita rasakan, Abstract dan movement (pengerakan).
  2. Dynamic jika kita melihat dari aktifitas otak manusia untuk mempresentasikan sesuatu, memiliki ide original, kenyataan nya kreatifitas seperti yang saya ketahui adalah process memiliki ide original yang punya value, hal ini dapat dari interaksi antara beberapa sudut pandang individu yang berbeda. Wanita memiliki bagian di otak yang bernama Corpus Callosum lebih tebal dari pria, ini menyebabkan wanita bisa lebih gampang multi tasking, benar kan?
  3. Distinct sebagian orang tidak bisa diam dan butuh bergerak untuk berpikir, mereka melakukan ballet, Jaz, Tap dan modern dance, contemporary dan lain-lain. Sebagian masyarakat menyebutnya hyper aktif ini adalah salah satu contoh kapasitas otak yang sangat aktif beberapa penari terkenal seperti Gillian Lynne membutuh kan pills untuk menenang kan diri nya.

Edukasi sekarang telah menciptakan kotak di pikiran kita seperti kita mengkotak kotakan file di kantor untuk kepentingan boss / atasan kita.

untuk masa depan ini tidak akan mengguntungkan kita, kita harus memikirkan ulang Fundamental principles di dalam system pendidikan untuk anak kita.

Quote dari Jones Salk “If all the insects were to disappear from the earth, within 50 years all life on Earth would be end but if all human disappear from the world within 50 years all form of life would flourish.” 

Leave a Reply

watsup 081319253387Daftar Free Member
%d bloggers like this: