Enaknya 3 Kuliner Khas Banten Ini

Enaknya 3 Kuliner Khas Banten Ini

Banten memiliki makanan khas yang mungkin tidak bisa ditemui di daerah lain. Makanan khas ini sudah ada sejak zaman dulu, diciptakan oleh leluhur masyarakat Banten dan resepnya diwariskan secara turun temurun. Berikut ini adalah Enaknya 3 Kuliner Khas Banten Ini yang sering diburu para wisatawan, baik untuk disantap di tempat maupun untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

  1. Sate Bandeng

sate-bandeng

Ikan bandeng termasuk ikan yang mudah ditemukan di wilayah Banten. Daging ikan ini terasa gurih dan nikmat dimakan bersama nasi. Sayangnya, ikan bandeng memiliki terlalu banyak duri yang membuat kita repot saat memakannya. Untunglah, orang-orang zaman kesultanan Banten dulu menemukan cara kreatif memasak ikan bandeng tanpa repot dengan durinya. Caranya adalah dengan dibuat sate.

Sate bandeng tidak seperti kebanyakan sate yang berupa daging ayam atau kambing dipotong kecil-kecil. Sate bandeng adalah satu ekor ikan bandeng utuh berukuran besar yang ditusuk dengan sebuah tusuk sate khusus berukuran besar juga. Jika dilihat, ikan bandeng tampak utuh dari kepala hingga ekor. Tapi sebenarnya isi perut ikan bandeng sudah diproses sehingga tidak ada duri atau tulang sama sekali.

Proses pembuatan sate bandeng sangatlah mudah, namun tetap diperlukan keterampilan khusus, terutama dalam mengeluarkan daging ikan tanpa merusak permukaan kulitnya. Pertama-tama, ikan bandeng mentah ditekuk bagian lehernya tanpa membuatnya putus atau patah. Lalu, hancurkan daging di dalamnya dengan cara dipukul-pukul. Cara ini bisa membuat daging ikan hancur tanpa merusak kulitnya. Buang insang serta isi perut ikan dan duri-durinya. Daging yang telah hancur dikeluarkan untuk ditumbuk sampai halus dan dicampur dengan bumbu-bumbu halus.

Daging halus yang sudah dibumbui kemudian dimasukan kembali ke dalam kulit ikan. Tata kembali ikan bandeng agar tampak seperti ikan utuh. Terakhir, tusuk dan jepit ikan bandeng dengan tusukan dari bambu berukuran cukup untuk menopang ikan. Panggang atau bakar di atas api kecil hingga matang dan harum.

  1. Rabeg Banten
Rabeg Banten

Rabeg Banten

Rabeg Banten biasa ditemukan sebagai menu utama acara hajatan atau syukuran. Pada zaman kesultanan, rabeg adalah makanan khusus kalangan priyayi atau bangsawan. Rakyat jelata tidak diperkenankan memakannya. Tapi lain dulu lain sekarang. Kini rabeg sudah menjadi makanan umum semua kalangan dan mudah didapatkan, terutama di wilayah Serang, Cilegon, Pandeglang, dan sekitarnya.

Rabeg adalah daging kambing beserta jeroannya. Dimasak dengan bumbu khas dari rempah-rempah alami, seperti serai, daun jeruk, cengkih, pala, dan kayu manis. Rabeg bercita rasa manis pedas. Sangat nikmat dan segar jika dinikmati bersama nasi dan emping melinjo.

  1. Ketan Bintul
Ketan Bintul

Ketan Bintul

Ketan bintul adalah makanan kecil khas Banten yang lazim dinikmati saat santai atau di sela-sela waktu makan. Kentan bintul terbuat dari beras ketan yang dimasak menjadi nasi ketan. Bumbu penyertanya adalah serundeng yang ditumbuk halus dan diberi cabe untuk rasa pedas.

Ketan bintul biasanya dikemas dalam daun pisang. Penyajiannya bisa dengan cara langsung dibubuhi serundeng di atasnya, bisa juga dibentuk bulat-bulat pipih dengan serundeng di sisinya.

Ketan bintul mudah diperoleh di toko-toko penjual oleh-oleh khas Banten. Di kalangan masyarakat sendiri, ketan ini sering menjadi hidangan spesial di pesta pernikahan, sunatan, dan selama bulan Ramadhan.

Sate bandeng, rabeg Banten, dan ketan bintul hanyalah sebagian kecil dari sekian info mengenai Enaknya 3 Kuliner Khas Banten Ini yang bisa dinikmati saat berkunjung ke negeri seribu kiayi ini.

Leave a Reply

watsup 081319253387Daftar Free Member
%d bloggers like this: